BI Rate dipangkas 0,25% hari ini, Fed masih dalam prediksi!
Harga emas kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa seiring dengan sikap pasar menunggu bank sentral AS, Federal Reserve, yang akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun.
Mengutip Bloomberg pada Selasa (17/9/2024), harga emas sempat naik sebesar 0,5% ke level tertinggi US$2,589.70 per troy ounce pada perdagangan Senin waktu AS, melanjutkan reli 3,2% pada minggu lalu, menjelang pertemuan The Fed pada 17-18 September. Pertemuan The Fed tersebut diperkirakan akan menghasilkan penurunan suku bunga setidaknya 25 basis poin. Adapun, harga emas mengurangi sebagian kenaikannya selama jam perdagangan berlangsung.
Sedangkan di Indonesia, Bank Indonesia (BI) sudah menetapkan untuk memangkas suku bunga sebesar 0,25% bahkan sebelum Federal Reserve memberikan pada malam dini hari nanti. Suku bunga Indonesia turun dari 6,25% menjadi 6%. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan beberapa alasan menurunkan suku bunga acuan atau BI rate pada September 2024 sebesar 25 bps menjadi 6%. Keputusan ini diambil lebih cepat dari perkiraan pada kuartal IV-2024.
Alasan pertama adalah arah penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (Fed Fund Rate/FFR) yang semakin jelas dan lebih besar. Bacaan BI, FFR akan turun sebanyak tiga kali tahun ini dan 2025 sebanyak 4 kali.
Alasan kedua, melihat rupiah yang cenderung menguat dan stabil. Penguatan rupiah karena ada kejelasan FFR, konsistensi bauran kebijakan moneter BI dan meningkatnya aliran masuk modal asing.
Dan apabila Federal Reserve memangkas suku bunga acuan pada malam dini hari nanti, hal tersebut akan membuat emas melambung tinggi, namun mencari harga terendah terlebih dahulu untuk demand liquidity.
Share this Post



